Kembangkan Keilmuan Teknik SIPIL, Salah satu Anggota SPI Unram Prof. Ngudiyono Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Uncategorized

Mataram, Rabu (10 Juni 2026)— Universitas Mataram (Unram) kembali menambah jajaran rujukan akademiknya. Kali ini, salah satu anggota Satuan Pengawas Internal (SPI) Unram, Prof. Ngudiyono, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknik Sipil. Pengukuhan ini diharapkan mampu membawa dampak besar, tidak hanya bagi pengembangan riset infrastruktur, tetapi juga penguatan tata kelola institusi di lingkungan Unram.

Penguatan Kapasitas Riset Teknik Sipil di Unram

Sebagai Guru Besar, Prof. Ngudiyono memegang peran sentral dalam menakhodai arah riset di bidang Teknik Sipil Unram. Keahlian spesifik beliau akan menjadi motor penggerak inovasi—baik dalam bidang rekayasa struktur, material bangunan, maupun infrastruktur tahan gempa yang sangat relevan dengan karakteristik wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengukuhan ini memperkuat posisi Unram sebagai pusat rujukan ilmiah di bidang infrastruktur daerah.

Sinergi Akademis dan Pengawasan Internal (SPI)

Keberadaan seorang Guru Besar di dalam struktur Satuan Pengawas Internal (SPI) memberikan nilai tambah yang luar biasa. SPI Unram bertugas mengawal akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola keuangan serta aset universitas.

Latar belakang keilmuan Teknik Sipil sangat krusial dalam SPI, terutama saat mengaudit, mengawasi, dan memberikan rekomendasi teknis terkait proyek pembangunan fisik gedung atau infrastruktur kampus agar sesuai spesifikasi, efisien, dan bebas maladministrasi.

Peningkatan Mutu dan Akreditasi Institusi

Secara kelembagaan, bertambahnya jumlah Profesor akan langsung mendongkrak poin akreditasi, baik untuk Program Studi Teknik Sipil maupun Unram secara keseluruhan di tingkat nasional (BAN-PT) dan internasional. Hal ini juga memperluas peluang Unram untuk memenangkan hibah riset berskala besar dan menjalin kemitraan strategis dengan industri konstruksi maupun pemerintah.

Pengukuhan Prof. Ngudiyono adalah penggabungan yang kuat antara keunggulan akademis (Teknik Sipil) dan tata kelola organisasi (SPI). Beliau tidak hanya berkontribusi melahirkan sarjana teknik yang kompeten, tetapi juga memastikan pembangunan fisik di lingkungan Universitas Mataram berjalan dengan tata kelola yang bersih dan akuntabel.